Salah satu tantangan terbesar pengembangan SDM di Indonesia adalah masih kuatnya sekat atau silo antara dunia pendidikan, industri, dan wilayah. Akibatnya, standar kompetensi sering kali terpusat di kota besar dan tidak menyentuh potensi talenta di daerah.
Kolaborasi kami dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan langkah strategis untuk mendekonstruksi sekat tersebut. Kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading teori. Mahasiswa harus dipersiapkan sebagai pelaku industri yang memahami budaya kerja profesional sejak awal.
Jembatan antara teori dan praktik harus dibangun secara sistematis. Mahasiswa perlu dikenalkan pada standar kompetensi industri, sertifikasi profesional, serta pola pikir kerja yang relevan dengan dunia nyata. Dengan demikian, lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap berkembang.
Komitmen ini diperkuat dengan peresmian HR Academy Marketing Office di Surakarta pada 16 Januari 2026. Langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan upaya pemerataan akses terhadap standar kompetensi nasional. Talenta daerah harus memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan bersaing.
Kami menyediakan berbagai jalur pembelajaran yang fleksibel: kelas online, offline, kelas malam, weekend, hingga kelas reguler. Prinsipnya sederhana: belajar tidak boleh terhalang oleh waktu kerja. Selain itu, kami menghadirkan sertifikasi berjenjang CHCO, CHRS, CHRAM, CHRP, hingga CHCGM—sebagai standar profesionalitas HR di berbagai level.
Indonesia Emas 2045 membutuhkan orkestrasi yang rapi antara kebijakan pemerintah, kurikulum pendidikan, dan strategi pengembangan SDM korporasi. Tanpa kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah, pertumbuhan ekonomi akan timpang dan potensi talenta lokal terabaikan.
Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh kekayaan alam semata, tetapi oleh kualitas manusia yang mengelolanya. Ketika silo kompetensi dihapus, kolaborasi diperkuat, dan standar profesional diterapkan secara inklusif, maka Indonesia Emas 2045 bukan lagi mimpi melainkan keniscayaan sejarah.